Register di Youtube oleh Yamin Hasibuan
Megavac well-anchored to arterial wall
copas
WA group, Nuning MK
Sharing dr group sebelah:
Belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial ttg terapi/pengobatan penyedotan plak lemak utk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner). Banyak yg bertanya kepada sy baik pasien maupun dokter, bahkan dokter spesialis jantung yg mendapat kabar bahwa di RSCM hal tsb sdh dpt dilakukan.
Apakah penyakit jantung koroner ( PJK) itu? PJK adalah proses penyumbatan akibat penumpukan lemak kronis ( plak aterosklerosis) di dlm arteri koroner.
Penanganan PJK dpt dilakukan dgn obat-obatan dan atau dengan tindakan intervensi (intervensi koroner perkutan= IKP).
Secara umum penanganan IKP pada PJK dibagi dua :
1. Penanganan dlm keadaan emergensi
2. Penangan secara terencana ( elektif).
Oleh bbrp faktor pemicu, bungkusan plak lemak tadi mengalami robekan dan memicu terjadinya pembentukan bekuan darah ( trombus) mendadak yg dikenal sebagai serangan jantung akut. Bila ini terjadi, maka diperlukan penanganan secara emergensi. Dlm keadaan serangan jantung, bekuan penyumbat tadi harus segera dikeluarkan utk mencegah kerusakan otot jantung yg luas yg dpt berakibat kematian.
Proses ini disebut IKP primer: pasien segera dibawa ke ruang tindakan kateterisasi. Pengeluaran bekuan darah alias trombus inilah yg dilakukan dgn penyedotan. Penyedotan bekuan dpt dilakukan secara manual dgn memasukkan selang plastik khusus (disebut kateter) ke dlm pembuluh jantung. Cara manual ini banyak kelemahan terutama bila ukuran dan jumlah bekuan cukup besar, maka akan banyak sisa bekuan yg tertinggal.
Oleh karena itu diciptakanlah alat penyedot otomatis (mekanik) seperti dlm video yg banyak beredar belakangan ini. Alat dua jenis alat penyedot yaitu Angiojet dan Megavec. K arena memakai mesin maka jumlah bekuan darah yg dpt disedot sangat banyak dan bersih dan bekuan liar yg lari ke cabang2 pembuluh lain dpt dicegah.
Setelah bekuan bersih, sumbatan lemak keras yg ada (plak aterosklerosis) dipecahkan dgn balon dan dilanjutkan dgn pemasangan ring/stent atau cincin jantung . Cincin jantung akan mencegah kolapsnya pembuluh koroner dan mencegah tumbuh kembalinya tumpukan plak lemak.
Jadi tdk benar bahwa plak lemak yg keras bisa disedot dan tdk perlu pemasangan cincin jantung. Yg bisa disedot adalah bekuan darah segar yg menyumbat akibat lecet/sobeknya bungkus pelapis plak (plaque)
Proses penangan PJK yg kedua adalah yg terencana (elektif). Sebagai tambahan penyedotan bekuan ini bisa dilakukan di pembuluh darah kaki dan pd bbrp kasus di pembuluh darah otak pada kasus stroke akut dgn tujuan yg sama: menghilangkan sumbatan akut.
Pasien yg terdiagnosis PJK dari pemeriksaan awal seperti treadmil test atau CT angio koroner, dilakukan pemeriksaan kateterisasi jantung utk klarifikasi. Bila terdapat sumbatan bermakna maka dilakukan upaya awal membuka plak lemak dgn balon.
Seringkali plak lemak ini keras seperti batu karang. Utk memecahnya diperlukan pengeboran (rotablation) dgn mata intan ukuran diameter mulai 0.75 mm sd 2 mm dgn kecepatan 200.000 rpm.
Bisa dibayangkan betapa kerasnya jenis plak lemak seperti ini.
Setelah plak lemak pecah, dilanjutkan dgn pembalonan dan pemasangan ring.
Jadi tdk benar bahwa ada alat yg bisa langsung menyedot dan membersihkan lemak seperti yg beredar dlm bentuk animasi belakangan ini. Apalagi yg sekeras batu karang tadi.
Jadi tdk benar bahwa ada alat yg bisa langsung menyedot dan membersihkan lemak seperti yg beredar dlm bentuk animasi belakangan ini. Apalagi yg sekeras batu karang tadi.
Mudah2an ulasan ini membantu klarifikasi apa yg sdg ramai di media sosial
By: Muhammad Yamin (Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan di FKUI/ RSCM)